Feed on
Artikel
Kommentare

Archiv für Februar 2006

Pertanyaan di atas rasanya sudah akrab di telinga orang yang hidup jauh dari rumahnya, terutama yang hidup jauh dari tanah air dalam rentang waktu yang cukup lama, entah karena harus bekerja atau sekolah. Pertanyaan seperti itu biasanya muncul di saat-saat menjelang masa kontrak kerja selesai atau masa studi sudah hampir berakhir. Saat itu biasanya tiba-tiba [...]

Ganzen Post lesen »

Berani

Setelah berbulan-bulan, di antara berbagai macam kesibukan, akhirnya saya bisa menyelesaikan membaca roman autobiografi “Am Beispiel meines Bruders” dari Uwe Timm. Berkisah tentang usaha Timm “melacak” masa lalu dan identitas dirinya lewat buku harian sang kakak yang meninggal di garis depan saat NAZI berusaha menginvasi Rusia.
Dituturkan dengan bahasa sehari-hari yang mudah dimengerti, alur waktu yang [...]

Ganzen Post lesen »

Ingat dan Lupa

Salah satu mata kuliah yang saya ikuti semester ini adalah „Deutsche Erinnerungskultur“. Masalah mengingat dan melupakan. Masalah yang jadi bagian hidup. Ingat dan lupa. Menarik sebenarnya.
Selain itu dibahas juga tentang „rasa bersalah“ atas „kesalahan kolektif“ yang dibuat oleh orang-orang Jerman (siapakah „orang-orang“ di sini?!) dengan holocaust-nya di jaman NAZI. Rasa bersalah. Menarik juga. Tema keseharian [...]

Ganzen Post lesen »

Mulai lagi

Mulai lagi dari awal memang gampang-gampang susah. Setelah http://dian.or.id tiba-tiba hilang tak berbekas, bahkan data base-nya pun terhapus, mulai lagi deh membenahi dari awal. Mau protes dan complain minta uang kembali termasuk kerugian immateril yang tidak terhitung dengan uang? Ngga ada gunanya. Jadi lebih baik mulai dan membenahi lagi dari awal. Sekalian belajar. Ngga rugi [...]

Ganzen Post lesen »

“Saya Punya Pacar. Sesama Jenis”

Bagaimana rasanya jika sahabat Anda, sangat dekat, yang rasanya Anda kenal dan ketahui sampai ke dalam-dalamnya, suatu saat berkata kepada Anda: „Saya punya pacar. Sesama jenis.“ Apa yang Anda rasakan? Apa yang akan Anda lakukan?
Perasaan apa yang muncul, ketika dia bercerita bagaimana tertekannya dia? Bagaimana bertahun-tahun dia menyembunyikannya tidak saja dari Anda, tetapi juga [...]

Ganzen Post lesen »

Seandainya

Saya membayangkan seandainya Nabi SAW yang mulia masih hidup saat peristiwa pengarikaturan dirinya terjadi. Apa yang akan dilakukannya? Akankah beliau marah dan langsung memberikan perintah perang? Bertindak anarkis?

Yang terbayang oleh saya adalah beliau tersenyum dan berkata „Biar Allah sajalah yang menjadi penolongku“. Tersenyum, seperti yang selalu beliau lakukan saat orang-orang menghinanya, mengejarnya, bahkan saat pedang [...]

Ganzen Post lesen »

Belajar dari Konflik

Aduh ibu Dian, nyatanya galak juga yaa, sampe murid keluar kelas gitu. Ah, memang hidup ini manis banget, banyak sekali hal yang masih kita bisa pelajari dan alami. Gue rasa, konflik kamu sama dia bisa berakhir dengan baik. “Konfliktfähigkeit” memang sebuah resep yang sering manjur guna mengejar kemajuan. Ich wünsch Dir dabei viel Mut und [...]

Ganzen Post lesen »