Veröffentlicht in Opini am Oktober 22, 2005 | Keine Kommentare »
Buku. Mengapa buku? Ketika waktu sudah terasa bergerak sedemikian cepat, memaksa manusia untuk selalu bergegas-gegas berpacu dengannya. Ketika semua hal bisa hadir dalam sekelebat kejap, masihkah kita mau duduk menekuni jalinan huruf yang memintal kata dan menenun kalimat? Mengarungi samudra dan melayang dengan imaji khayal atau merenungi dan mengurai jaring-jaring yang rumit? Saya masih mau. [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Personal am Oktober 14, 2005 | Keine Kommentare »
Angkasa tanpa pesan
Merengkuh semakin dalam
Berselimut debu waktu
Ku menanti cemas
Kau datang dengan sederhana
Satu bintang di langit kelam
Sinarmu rimba pesona
Dan ku tahu tlah tersesat
Ku kejar kau tak kan bertepi
Menggapaimu tak kan bersambut
Sendiri membendung rasa ini
Sementara kau membeku
Khayalku terbuai jauh
Pelita kecilmu mengalir pelan
Dan aku terbenam
Redup kilaumu tak mengarah
Jadilah diriku selatan
Namun tak kau sadari hingga kini
Dan nanti
(Dewi Lestari - [...]
Ganzen Post lesen »