Veröffentlicht in Alltag, Opini am September 29, 2004 | 4 Kommentare »
Pertanyaan salah seorang sahabat saya di emailnya hari ini menggelitik rasa ingin tahu saya: mengapa saya menyukai teh? Karena di setiap cerita dan tulisan saya selalu saya tulis, saat saya kehilangan energi saya selalu minum teh. Apakah teh memang bisa menambah energi?
Saya jawab bahwa saya memang peminum teh sejak kecil. Kalau ternyata itu sekarang sering [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Reise am September 28, 2004 | 1 Kommentar »
Hari Minggu tanggal 26 kemarin saya pergi ke Dresden, menemui Bajo, temannya Taty, yang akan berada di Jerman sampai tanggal 3 Oktober nanti. Dia bersama rombongan bupati dan anggota DPRD dari beberapa kabupaten di Sumatera sedang mengikuti studi banding dan kunjungan ke pemerintah daerah di dua negara bagian di Jerman, salah satunya ke Dresden, ibukota [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Opini am September 23, 2004 | Keine Kommentare »
„In dem Miteinander der Menschen verschlingt sich untrennbar das Füreinander mit dem Gegeneinander“.
[Simmel, Georg. Das Ende des Streits, Die neue Rundschau, XVI. Jahrgang der freien Bühne, I. Band (= Heft 6 vom Juni 1905), S. 746]
Dalam relasi bersama -dalam dan- dengan sesama manusia, keterkaitan antara bersetuju dan berlawanan itu tidak bisa dipisahkan. Bahkan pada [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Opini am September 14, 2004 | Keine Kommentare »
Mengapa orang memaksa? Bagaimana pemaksaan itu dilakukan? Siapa yang melakukan pemaksaan? Apa fungsinya? Sampai di mana batasan pemaksaan?
Jika selama ini pemaksaan –dalam bentuk apapun- berasosiasi negatif, untuk konteks percakapan dalam sebuah diskusi atau dalam sebuah talk show, pemaksaan ternyata juga bisa bermakna positif. Pemaksaan bisa dibuat dan dirancang sedemikian rupa agar peserta diskusi atau talk [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Opini, Personal am September 6, 2004 | Keine Kommentare »
Jika wandern dimaknai sebagai Ortslosigkeit –tak bertempat-, apakah makna tempat dan ruang itu sebenarnya? Apakah ada rumah sebenar-benarnya rumah? Dalam arti tempat dan rasa?
Jika wandern adalah pergi, berkelana, mencari, apakah makna pulang? Bukankah manusia selalu pergi dan pulang? Bukankah ada yang pergi hari ini untuk kemudian pulang di hari berikutnya? Bukankah ada yang datang hari [...]
Ganzen Post lesen »